Senin, 03 Desember 2018
Minggu, 02 Desember 2018
TIPS DAN TRIK MEMBUAT PESTISIDA NABATI SENDIRI - MONIKA SHANIA MEISY - 522016085
Salah
satu alternatif untuk menggantikan penggunaan pestisida kimia yang banyak menimbulkan
dampak negatif adalah menggunakan senyawa kimia yang berasal dari tanaman yang
dikenal dengan nama Pestisida Nabati. Pestisida nabati mencangkup bahan nabati
(ekstrasi penyulingan) yang dapat berfungsi sebagai zat pembunuh, zat penolak
zat pengikat, dan zat penghambat pertumbuhan organisme pengganggu tanaman. Didalam
tumbuhan ada zat metabolit sekunder yang berfungsi untuk melindungi diri dari
pesaingnya. Zat inilah yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan aktif pestisida
nabati. Zat ini mempunyai karakterisitik rasa pahit (mengandung alkaloid dan
terpen), berbau busuk dan berasa agak pedas sehingga tumbuhan ini tidak
diserang oleh hama.
Cara
kerja pestisida nabati yaitu merusak perkembangan telur, larva, pupa,
menghambat pergantian kulit, mengganggu komunikasi serangga, menyebabkan
serangga menolak makanan, mengusir serangga, dan menghambat perkembangan
patogen. Kelemahan pestisida nabati adalah daya kerja relatif lambat, tidak
membunuh jasad sasaran secara langsung, tidak tahan terhadap sinar matahari,
dan tidak dapat disimpan lama jadi harus sering disemprotkan berulang-ulang.
Walaupun begitu ada pestisida nabati yang bersifat reaksi cepat seperti bunga
piretrum yang mengandung bahan aktif pirethrin, tanaman Nimba yang bahan
aktifnya azadirachtin, kedua jenis tanaman ini mengganggu proses metamorfosa
serangga dimana kematian terjadi saat pergantian kulit atau instar sehingga
waktu yang diperlukan untuk membunuh tiga hari.
Lebih
dari 2400 jenis tumbuhan yang termasuk kedalam 235 famili dilaporkan mengandung
bahan pestisida. Seorang peneliti menyatakan bahwa minyak atsiri dari tanaman
cengkeh, serai wangi, dan nimba merupakan bahan baku pestisida yang berspektrum
luas dan dapat berfungsi sebagai insektisida, fungisida, bakterisida,
moluskasida, dan anti virus. Dan dari hasil penelitian, ternyata pestisida
mabati yang berasal dari tanaman nilam, cengkeh, dan serai wangi dengan
masing-masing konsentrasi 10 cc/liter dapat menekan serangan hama Spodoptera
litura di lapangan.. Sedangkan hasil penelitian di laboratorium ternyata
pestisida nabati yang berasal dari tanaman jahe, jahe merah, nilam, akar wangi,
serai wangi, serai dapur, cengkeh, dan pala efektif terhadap S.litura instar 3
dengan konsentrasi masing-masing 5%. Pada umumnya tanaman yang digunakan
sebagai pestisida nabati bersifat repellent.
Oleh
karena itu, jika dapat mengolah tumbuhan ini sebagai bahan pestisida maka akan
membantu masyarakat petani untuk menggunakan pengendalian yang ramah lingkungan
dengan memanfaatkan sumber daya setempat yang ada disekitarnya. Untuk
menghasilkan pestisida nabati dapat dibuat secara sederhana yaitu:
a. penggerusan, penumbukab, pembakaran, atau pengepresan untuk menghasilkan produk berupa tepung, abu, atau pasta
b. rendaman untuk mendapatkan ekstrak
c. rebusan bagian tanaman atau tumbuhan misalnya akar, batang, umbi, daun, biji, dan buah
b. rendaman untuk mendapatkan ekstrak
c. rebusan bagian tanaman atau tumbuhan misalnya akar, batang, umbi, daun, biji, dan buah
Beberapa
contoh ramuan pestisida nabati dan sararan hama pada tanaman sayuran :
1.
Ramuan
untuk Mengendalikan Serangga Hama Secara Umum :
Bahan : - daun nimba 8 kg
- lengkuas 6 kg
- serai 6 kg
- detergent/sabun colek 20 gr
- air 20 lt
Cara
membuat : Daun
nimba, lengkuas, dan serai ditumbuk atau dihaluskan. Seluruh bahan diaduk dalam
20 lt air lalu direndam 24 jam. Setelah itu larutan disaring, larutan hasil
penyaringan diencerkan kembali 1 lt dilarutkan dengan 30 lt air, larutan ini
dapat digunakan untuk 1 ha.
2. Ramuan untuk Hama Thrips Sp pada
Tanaman Cabai, Kentang, Bawang
Bahan
: - daun sirsak
50
- 100 lembar
- deterjent/sabun colek 15 gr
- air 5 lt.
Cara
membuat : daun
sirsak ditumbuk halus direndam dengan 5lt air + 15 gr detergent dandiamkan
semalam. Kemudian larutan disaring, setiap 1 lt hasil saringan diencerkan
dengan 10 – 15 lt air.
3. Ramuan untuk Hama Penghisap (Kutu
Putih), Belalang dan Ulat
Bahan
: - daun pepaya
segar 1 kg
- detergent 50 gr
- air 10 lt
Cara
membuat : daun
pepaya diiris direndam dalam 10 lt air + detergent 50 gr biarkan semalam.
Kemudian larutan disaring dan siap digunakan.
4. Ramuan untuk Hama Thrips Sp pada
Tanaman Cabai, Kentang, Bawang
Bahan
: - daun sirsak
50
- 100 lembar
- deterjent/sabun colek 15 gr
- air 5 lt.
Cara
membuat : daun
sirsak ditumbuk halus direndam dengan 5lt air + 15 gr detergent dandiamkan
semalam. Kemudian larutan disaring, setiap 1 lt hasil saringan diencerkan
dengan 10 – 15 lt air.
5. Ramuan untuk Hama Penghisap (Kutu
Putih), Belalang dan Ulat
Bahan
: - daun pepaya
segar 1 kg
- detergent 50 gr
- air 10 lt
Cara
membuat : daun
pepaya diiris direndam dalam 10 lt air + detergent 50 gr biarkan semalam.
Kemudian larutan disaring dan siap digunakan.
6. Ramuan untuk Hama Belalang
Bahan
: - daun sirsak
50 lembar
- daun tembakau satu genggam
- detergent 20 gr
- air 20 lt
Cara
membuat : daun
sirsak dan daun tembakau ditumbuk halus dimasukan kedalam air dan ditambah
detergent diamkan semalam, tiap 1liter larutan hasil penyaringan diencerkan
dengan 50 – 60 lt air dan siap digunakan.
7. Ramuan untuk Hama-Hama pada
Tanaman Bawang Merah
Bahan
: - daun nimba 1
kg
- umbi gadung racun 2 buah
- detergent sedikit - air 20 lt
Cara
membuat : daun
nimba dan umbi gadung ditumbuk halus lalu dicampur dengan air diamkan semalam ,
hasil penyaringan larutan siap digunakan.
8. Ramuan untuk Hama Ulat pada
Tanaman Kubis
Bahan
: - serbuk bunga piretrum (krisan) 25
gr
- detergent 10 gr
- air 10 l
Cara
membuat : bunga piretrum
dihaluskan menjadi serbuk lalu dicampur detergent dan air, diamkan semalam , saring
larutan dan siap digunakan.
9. Ramuan untuk Hama Molusca (
Keong)
Bahan
: - akar tuba 5
- 10 gr - atau daun sembung 10 -
20 gr
- air 1 lt
- detergent 1 gr
Cara
membuat : akar
tuba atau daun sembung dihaluskan dan diaduk merata dalam 1 lt air dicampur
detergen diendapkan semalam lalu disaring, semprotkan pada lahan yang ada
keongnya.
Sumber dapat di unduh : Jurnal Penelitian ( PENGENDALIAN HAMA TANAMAN SAYURAN MURAH, MUDAH, EFEKTIF, DAN RAMAH LINGKUNGAN )
Alasan : KARENA
Selasa, 06 November 2018
Tips Membuat Perangkap Lalat Buah dari Botol Bekas
Pertanianku — Lalat buah adalah musuh yang sangat menyebalkan bagi
petani. Serangga terbang yang satu ini memang sudah sangat dikenal sebagai
perusak buah. Beberapa di antaranya cabai, tomat, melon, manga, dan lain-lain.
Foto: Google Image
Berbagai metode mulai
dikembangkan untuk mengatasi serangan lalat buah. Dahulu, petani menggunakan
pestisida yang berbau menyengat agar lalat buah tidak mendekat. Meski efektif,
kualitas buah menjadi turun karena adanya banyak residu kimia.
Bagi Anda yang
memiliki masalah dengan lalat buah, berikut ini akan diulas cara membuat
perangkap lalat buah dari botol bekas. Cara ini terhitung sangat murah dan
efisien.
Alat
dan bahan
·
Botol bekas air
mineral (sebaiknya dipilih ukuran 500 ml atau lebih)
·
Cutter
·
Lilin
·
Korek
·
Benang
·
Kapas
·
Metil eugenol (merk
petrogenol)
·
Air sabun
Cara
membuat
Botol adalah sebagai
kurungannya nanti dimana lalat buah yang terpancing masuk akan terperangkap dan
tidak keluar lagi. Buatlah dua buah lubang kecil seukuran kelingking di sisi
kanan kiri botol. Usahakan agar posisi lubang bisa di tengah-tengah antara
bagian dasar dengan pucuk atas botol. Lubang kecil ini berfungsi sebagai jalan
masuk lalat buah jantan yang terpikat oleh metil eugenol.
Botol yang berwarna
kuning bisa lebih memikat lalat buah. Sementara itu, air sabun berfungsi untuk
menciptakan kondisi tekanan udara yang berbeda dalam botol sehingga lalat buah
yang terbang dalam botol akan lebih mudah jatuh ke air dan mati.
Selanjutnya, yang akan
menjadi pemikatnya adalah cairan metil eugenol. Untuk menggunakannya, Anda
membutuhkan kapas yang kemudian dibasahi dengan metil eugenol lalu diikat
dengan benang. Basahi saja kapas dan jangan sampai menetes. Cairan metil
eugenol ini beraroma kuat jadi disarankan Anda menggunakan masker saat
membasahi kapas.
Perangkap lalat buah
dipasang dengan posisi menggantung. Satu perangkap memiliki radius hingga 20
meter. Jadi, Anda bisa mengira-ngira sendiri berapa perangkap yang dibutuhkan
oleh perkebunan Anda. Perlu diingat bahwa metil eugenol yang ada dalam
perangkap ini akan bertahan selama 4 minggu. Setelah itu, akan berangsur-angsur
mengering dan hilang baunya.
Pemasangan perangkap
buah paling tepat adalah pada masa tanaman masih berbunga dan belum berbuah.
Namun demikian, tidak ada kata terlambat bagi yang baru mengetahui teknik ini
setelah terjadi serangan.
MASALAH SERIUS YANG MEMBELIT PEMBANGUNAN PERTANIAN DI INDONESIA
Sektor pertanian masa depan tidak hanya dituntut untuk memaksimalkan pengelolaan sumberdaya pertanian dengan berbagai pendekatan teknologi budidaya, industri dan perdagangan. Tuntutan yang perlu dicermati dan waspadai adalah tekanan jumlah penduduk dan menipisnya lahan lahan pertanian serta melemahnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Tiga hal tersebut tentunya sudah menjadi masalah lama yang belum terpecahkan secara maksimal oleh pembangunan pertanian Indonesia. Berbagai pakar dan ahli pembangunan pertanian belum menemukan langkah langkah kongrit dalam menyikapi 3 masalah tersebut baik dalam konteks konsep dan penerapannya.
Senin, 22 Oktober 2018
MEMBERDAYAKAN PEREMPUAN DALAM PERTANIAN
Di dalam negara berkembang, perempuan memenuhi hampir sebagian dari lapangan pekerjaan di bidang pertanian. Tetapi disanalah dimana kesetaraan gender berakhir. Ketika mulai muncul pendidikan, akses untuk input pertanian dan produktivitas pertanian, muncul gap yang signifikan antara laki-laki dan perempuan. Lihat apa yang akan kita dapat jika kita fokus untuk menghilangkan kesenjangan laki-laki dan perempuan dan memberdayakan wanita dalam pertanian.
Pertanian merupakan industri penting untuk wanita. Dalam perkembangan dunia, persentase terbesar dari pekerja wanita adalah terlibat dalam pertanian (70% di Asia Selatan dan 60% di Sub-Saharan Africa). Tetapi wanita memiliki produktivitas yang lebih rendah dari laki-laki. Hal ini wajar terjadi karena kurangnya pelatihan, akses keuangan dan
Pertanian merupakan industri penting untuk wanita. Dalam perkembangan dunia, persentase terbesar dari pekerja wanita adalah terlibat dalam pertanian (70% di Asia Selatan dan 60% di Sub-Saharan Africa). Tetapi wanita memiliki produktivitas yang lebih rendah dari laki-laki. Hal ini wajar terjadi karena kurangnya pelatihan, akses keuangan dan
WANITA BEKERJA DI SEKTOR PERTANIAN
Wanita jadi petani? Emang bisa? Emang mau?
Selama ini dunia pertanian lebih didominasi oleh kaum laki-laki, lalu apa salahnya jika wanita menjadi petani juga?
Sekarang sudah jamannya emansipasi, wanita sudah mulai masuk ke dunia kerja dan tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Termasuk di bidang pertanian.
Langganan:
Komentar (Atom)









