Salah
satu alternatif untuk menggantikan penggunaan pestisida kimia yang banyak menimbulkan
dampak negatif adalah menggunakan senyawa kimia yang berasal dari tanaman yang
dikenal dengan nama Pestisida Nabati. Pestisida nabati mencangkup bahan nabati
(ekstrasi penyulingan) yang dapat berfungsi sebagai zat pembunuh, zat penolak
zat pengikat, dan zat penghambat pertumbuhan organisme pengganggu tanaman. Didalam
tumbuhan ada zat metabolit sekunder yang berfungsi untuk melindungi diri dari
pesaingnya. Zat inilah yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan aktif pestisida
nabati. Zat ini mempunyai karakterisitik rasa pahit (mengandung alkaloid dan
terpen), berbau busuk dan berasa agak pedas sehingga tumbuhan ini tidak
diserang oleh hama.
Cara
kerja pestisida nabati yaitu merusak perkembangan telur, larva, pupa,
menghambat pergantian kulit, mengganggu komunikasi serangga, menyebabkan
serangga menolak makanan, mengusir serangga, dan menghambat perkembangan
patogen. Kelemahan pestisida nabati adalah daya kerja relatif lambat, tidak
membunuh jasad sasaran secara langsung, tidak tahan terhadap sinar matahari,
dan tidak dapat disimpan lama jadi harus sering disemprotkan berulang-ulang.
Walaupun begitu ada pestisida nabati yang bersifat reaksi cepat seperti bunga
piretrum yang mengandung bahan aktif pirethrin, tanaman Nimba yang bahan
aktifnya azadirachtin, kedua jenis tanaman ini mengganggu proses metamorfosa
serangga dimana kematian terjadi saat pergantian kulit atau instar sehingga
waktu yang diperlukan untuk membunuh tiga hari.
Lebih
dari 2400 jenis tumbuhan yang termasuk kedalam 235 famili dilaporkan mengandung
bahan pestisida. Seorang peneliti menyatakan bahwa minyak atsiri dari tanaman
cengkeh, serai wangi, dan nimba merupakan bahan baku pestisida yang berspektrum
luas dan dapat berfungsi sebagai insektisida, fungisida, bakterisida,
moluskasida, dan anti virus. Dan dari hasil penelitian, ternyata pestisida
mabati yang berasal dari tanaman nilam, cengkeh, dan serai wangi dengan
masing-masing konsentrasi 10 cc/liter dapat menekan serangan hama Spodoptera
litura di lapangan.. Sedangkan hasil penelitian di laboratorium ternyata
pestisida nabati yang berasal dari tanaman jahe, jahe merah, nilam, akar wangi,
serai wangi, serai dapur, cengkeh, dan pala efektif terhadap S.litura instar 3
dengan konsentrasi masing-masing 5%. Pada umumnya tanaman yang digunakan
sebagai pestisida nabati bersifat repellent.
Oleh
karena itu, jika dapat mengolah tumbuhan ini sebagai bahan pestisida maka akan
membantu masyarakat petani untuk menggunakan pengendalian yang ramah lingkungan
dengan memanfaatkan sumber daya setempat yang ada disekitarnya. Untuk
menghasilkan pestisida nabati dapat dibuat secara sederhana yaitu:
a. penggerusan, penumbukab, pembakaran, atau pengepresan untuk menghasilkan produk berupa tepung, abu, atau pasta
b. rendaman untuk mendapatkan ekstrak
c. rebusan bagian tanaman atau tumbuhan misalnya akar, batang, umbi, daun, biji, dan buah
b. rendaman untuk mendapatkan ekstrak
c. rebusan bagian tanaman atau tumbuhan misalnya akar, batang, umbi, daun, biji, dan buah
Beberapa
contoh ramuan pestisida nabati dan sararan hama pada tanaman sayuran :
1.
Ramuan
untuk Mengendalikan Serangga Hama Secara Umum :
Bahan : - daun nimba 8 kg
- lengkuas 6 kg
- serai 6 kg
- detergent/sabun colek 20 gr
- air 20 lt
Cara
membuat : Daun
nimba, lengkuas, dan serai ditumbuk atau dihaluskan. Seluruh bahan diaduk dalam
20 lt air lalu direndam 24 jam. Setelah itu larutan disaring, larutan hasil
penyaringan diencerkan kembali 1 lt dilarutkan dengan 30 lt air, larutan ini
dapat digunakan untuk 1 ha.
2. Ramuan untuk Hama Thrips Sp pada
Tanaman Cabai, Kentang, Bawang
Bahan
: - daun sirsak
50
- 100 lembar
- deterjent/sabun colek 15 gr
- air 5 lt.
Cara
membuat : daun
sirsak ditumbuk halus direndam dengan 5lt air + 15 gr detergent dandiamkan
semalam. Kemudian larutan disaring, setiap 1 lt hasil saringan diencerkan
dengan 10 – 15 lt air.
3. Ramuan untuk Hama Penghisap (Kutu
Putih), Belalang dan Ulat
Bahan
: - daun pepaya
segar 1 kg
- detergent 50 gr
- air 10 lt
Cara
membuat : daun
pepaya diiris direndam dalam 10 lt air + detergent 50 gr biarkan semalam.
Kemudian larutan disaring dan siap digunakan.
4. Ramuan untuk Hama Thrips Sp pada
Tanaman Cabai, Kentang, Bawang
Bahan
: - daun sirsak
50
- 100 lembar
- deterjent/sabun colek 15 gr
- air 5 lt.
Cara
membuat : daun
sirsak ditumbuk halus direndam dengan 5lt air + 15 gr detergent dandiamkan
semalam. Kemudian larutan disaring, setiap 1 lt hasil saringan diencerkan
dengan 10 – 15 lt air.
5. Ramuan untuk Hama Penghisap (Kutu
Putih), Belalang dan Ulat
Bahan
: - daun pepaya
segar 1 kg
- detergent 50 gr
- air 10 lt
Cara
membuat : daun
pepaya diiris direndam dalam 10 lt air + detergent 50 gr biarkan semalam.
Kemudian larutan disaring dan siap digunakan.
6. Ramuan untuk Hama Belalang
Bahan
: - daun sirsak
50 lembar
- daun tembakau satu genggam
- detergent 20 gr
- air 20 lt
Cara
membuat : daun
sirsak dan daun tembakau ditumbuk halus dimasukan kedalam air dan ditambah
detergent diamkan semalam, tiap 1liter larutan hasil penyaringan diencerkan
dengan 50 – 60 lt air dan siap digunakan.
7. Ramuan untuk Hama-Hama pada
Tanaman Bawang Merah
Bahan
: - daun nimba 1
kg
- umbi gadung racun 2 buah
- detergent sedikit - air 20 lt
Cara
membuat : daun
nimba dan umbi gadung ditumbuk halus lalu dicampur dengan air diamkan semalam ,
hasil penyaringan larutan siap digunakan.
8. Ramuan untuk Hama Ulat pada
Tanaman Kubis
Bahan
: - serbuk bunga piretrum (krisan) 25
gr
- detergent 10 gr
- air 10 l
Cara
membuat : bunga piretrum
dihaluskan menjadi serbuk lalu dicampur detergent dan air, diamkan semalam , saring
larutan dan siap digunakan.
9. Ramuan untuk Hama Molusca (
Keong)
Bahan
: - akar tuba 5
- 10 gr - atau daun sembung 10 -
20 gr
- air 1 lt
- detergent 1 gr
Cara
membuat : akar
tuba atau daun sembung dihaluskan dan diaduk merata dalam 1 lt air dicampur
detergen diendapkan semalam lalu disaring, semprotkan pada lahan yang ada
keongnya.
Sumber dapat di unduh : Jurnal Penelitian ( PENGENDALIAN HAMA TANAMAN SAYURAN MURAH, MUDAH, EFEKTIF, DAN RAMAH LINGKUNGAN )
Alasan : KARENA

0 komentar:
Posting Komentar