Minggu, 02 Desember 2018

TIPS DAN TRIK MEMBUAT PESTISIDA NABATI SENDIRI - MONIKA SHANIA MEISY - 522016085

Salah satu alternatif untuk menggantikan penggunaan pestisida kimia yang banyak menimbulkan dampak negatif adalah menggunakan senyawa kimia yang berasal dari tanaman yang dikenal dengan nama Pestisida Nabati. Pestisida nabati mencangkup bahan nabati (ekstrasi penyulingan) yang dapat berfungsi sebagai zat pembunuh, zat penolak zat pengikat, dan zat penghambat pertumbuhan organisme pengganggu tanaman. Didalam tumbuhan ada zat metabolit sekunder yang berfungsi untuk melindungi diri dari pesaingnya. Zat inilah yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan aktif pestisida nabati. Zat ini mempunyai karakterisitik rasa pahit (mengandung alkaloid dan terpen), berbau busuk dan berasa agak pedas sehingga tumbuhan ini tidak diserang oleh hama.

Cara kerja pestisida nabati yaitu merusak perkembangan telur, larva, pupa, menghambat pergantian kulit, mengganggu komunikasi serangga, menyebabkan serangga menolak makanan, mengusir serangga, dan menghambat perkembangan patogen. Kelemahan pestisida nabati adalah daya kerja relatif lambat, tidak membunuh jasad sasaran secara langsung, tidak tahan terhadap sinar matahari, dan tidak dapat disimpan lama jadi harus sering disemprotkan berulang-ulang. Walaupun begitu ada pestisida nabati yang bersifat reaksi cepat seperti bunga piretrum yang mengandung bahan aktif pirethrin, tanaman Nimba yang bahan aktifnya azadirachtin, kedua jenis tanaman ini mengganggu proses metamorfosa serangga dimana kematian terjadi saat pergantian kulit atau instar sehingga waktu yang diperlukan untuk membunuh tiga hari.

Lebih dari 2400 jenis tumbuhan yang termasuk kedalam 235 famili dilaporkan mengandung bahan pestisida. Seorang peneliti menyatakan bahwa minyak atsiri dari tanaman cengkeh, serai wangi, dan nimba merupakan bahan baku pestisida yang berspektrum luas dan dapat berfungsi sebagai insektisida, fungisida, bakterisida, moluskasida, dan anti virus. Dan dari hasil penelitian, ternyata pestisida mabati yang berasal dari tanaman nilam, cengkeh, dan serai wangi dengan masing-masing konsentrasi 10 cc/liter dapat menekan serangan hama Spodoptera litura di lapangan.. Sedangkan hasil penelitian di laboratorium ternyata pestisida nabati yang berasal dari tanaman jahe, jahe merah, nilam, akar wangi, serai wangi, serai dapur, cengkeh, dan pala efektif terhadap S.litura instar 3 dengan konsentrasi masing-masing 5%. Pada umumnya tanaman yang digunakan sebagai pestisida nabati bersifat repellent.

Oleh karena itu, jika dapat mengolah tumbuhan ini sebagai bahan pestisida maka akan membantu masyarakat petani untuk menggunakan pengendalian yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan sumber daya setempat yang ada disekitarnya. Untuk menghasilkan pestisida nabati dapat dibuat secara sederhana yaitu:
a. penggerusan, penumbukab, pembakaran, atau pengepresan untuk menghasilkan produk berupa tepung, abu, atau pasta
b. rendaman untuk mendapatkan ekstrak 
c. rebusan bagian tanaman atau tumbuhan misalnya akar, batang, umbi, daun, biji, dan buah

Beberapa contoh ramuan pestisida nabati dan sararan hama pada tanaman sayuran :

1.      Ramuan untuk Mengendalikan Serangga Hama Secara Umum :
Bahan : - daun nimba 8 kg
- lengkuas 6 kg
- serai 6 kg
- detergent/sabun colek 20 gr
 - air 20 lt  
Cara membuat : Daun nimba, lengkuas, dan serai ditumbuk atau dihaluskan. Seluruh bahan diaduk dalam 20 lt air lalu direndam 24 jam. Setelah itu larutan disaring, larutan hasil penyaringan diencerkan kembali 1 lt dilarutkan dengan 30 lt air, larutan ini dapat digunakan untuk 1 ha.

2.      Ramuan untuk Hama Thrips Sp pada Tanaman Cabai, Kentang, Bawang
Bahan : - daun sirsak 50
- 100 lembar
- deterjent/sabun colek 15 gr
- air 5 lt.
Cara membuat : daun sirsak ditumbuk halus direndam dengan 5lt air + 15 gr detergent dandiamkan semalam. Kemudian larutan disaring, setiap 1 lt hasil saringan diencerkan dengan 10 – 15 lt air.

3.      Ramuan untuk Hama Penghisap (Kutu Putih), Belalang dan Ulat
Bahan : - daun pepaya segar 1 kg
- detergent 50 gr
- air 10 lt
Cara membuat : daun pepaya diiris direndam dalam 10 lt air + detergent 50 gr biarkan semalam. Kemudian larutan disaring dan siap digunakan.

4.      Ramuan untuk Hama Thrips Sp pada Tanaman Cabai, Kentang, Bawang
Bahan : - daun sirsak 50
- 100 lembar
- deterjent/sabun colek 15 gr
- air 5 lt.
Cara membuat : daun sirsak ditumbuk halus direndam dengan 5lt air + 15 gr detergent dandiamkan semalam. Kemudian larutan disaring, setiap 1 lt hasil saringan diencerkan dengan 10 – 15 lt air.

5.      Ramuan untuk Hama Penghisap (Kutu Putih), Belalang dan Ulat
Bahan : - daun pepaya segar 1 kg
- detergent 50 gr
- air 10 lt
Cara membuat : daun pepaya diiris direndam dalam 10 lt air + detergent 50 gr biarkan semalam. Kemudian larutan disaring dan siap digunakan.

6.      Ramuan untuk Hama Belalang
Bahan : - daun sirsak 50 lembar
 - daun tembakau satu genggam
- detergent 20 gr
- air 20 lt
Cara membuat : daun sirsak dan daun tembakau ditumbuk halus dimasukan kedalam air dan ditambah detergent diamkan semalam, tiap 1liter larutan hasil penyaringan diencerkan dengan 50 – 60 lt air dan siap digunakan.

7.      Ramuan untuk Hama-Hama pada Tanaman Bawang Merah
Bahan : - daun nimba 1 kg
- umbi gadung racun 2 buah
- detergent sedikit - air 20 lt
Cara membuat : daun nimba dan umbi gadung ditumbuk halus lalu dicampur dengan air diamkan semalam , hasil penyaringan larutan siap digunakan.

8.      Ramuan untuk Hama Ulat pada Tanaman Kubis
Bahan : - serbuk bunga piretrum (krisan) 25 gr
- detergent 10 gr
- air 10 l
Cara membuat : bunga piretrum dihaluskan menjadi serbuk lalu dicampur detergent dan air, diamkan semalam , saring larutan dan siap digunakan.

9.      Ramuan untuk Hama Molusca ( Keong)
Bahan : - akar tuba 5
- 10 gr - atau daun sembung 10 - 20 gr
- air 1 lt
- detergent 1 gr
Cara membuat : akar tuba atau daun sembung dihaluskan dan diaduk merata dalam 1 lt air dicampur detergen diendapkan semalam lalu disaring, semprotkan pada lahan yang ada keongnya.

Alasan  : KARENA





0 komentar:

Posting Komentar